Metodologi Survey 1

Metodologi Survei

Penelitian survei banyak memberikan sumbangan bagi metodologi ilmu sosial. Barangkali sumbangsih terpenting adalah prosedur sampling yang cermat dan ketat, disain keseluruhan dan implementasi disain, difinisi yang jelas serta tegas serta spesifikasi penelitian dan analisis serta penafsiran data.

Peneliti survei menggunakan “framework” untuk menentukan disain penelitian dan kemudian mengimplementasikannya. Framework tersebut dimulai dengan sasaran-sasaran survei, pencatatan setiap langkah yang hendak diambil dan diakhiri dengan laporan akhir.Pertama mengenai masalah umum kemudian masalah khusus yang hendak dipecahkan, dinyatakan dengan secermat dan selengkap mungkin.

Salah satu tugas penting bagi peneliti adalah menspesifikasi dan menjernihkan permasalahan. Untuk melakukan tugas tersebut hendaknya jangan membayangkan hanya akan menanyai pendapat orang mengenai objek penelitian. Sebaiknya peneliti mengajukan pertanyaan lain yang spesifik yang diarahkan pada berbagai segi masalah yang terkait. Pertanyaan-pertanyaan itu masing-masing seharusnya sudah tertulis dalam skedul wawancara.

Beberapa peneliti menggunakan rancangan tabel untuk menganalisis data semenjak awal penelitian semata untuk menjernihkan permasalahan penelitian dan memandu dalam menyusun pertanyaan untuk wawancara. Dengan demikian peneliti dapat dengan segera mengetahui apakah dia telah menyatakan suatu masalah spesifik secara jernih dan apakah masalah spesifik itu ada hubungannya dengan masalah umumnya.

Langkah berikutnya dalam framework adalah perencanaan sampel dan rencana sampling. Teknik sampling dibicarakan dalam mata kuliah lain yang lebih lengkap. Pertimbangan yang utama diantaranya adalah representasi sampel terhadap populasinya, efisiensi dan efektifitas jumlah dan teknik pengambilan sampel.

Langkah selanjutnya adalah penyusunan aitem pertanyaan dan instrumen pengukuran lainnya. Tugas utama disini adalah untuk menterjemahkan pertanyaan penelitian menjadi instrumen wawancara dan berbagai instrumen lain yang disusun untuk penelitian survei. Tugas ini merupakan tugas yang cukup berat terutama untuk peneliti pemula. Pengalaman dan pemahaman permasalahan sangat menentukan dalam kecermatan dan ketepatan penulisan. Hasil perlu untuk diuji melalui seleksi aitem, uji reliabiliats, validitas pada suatu sampel. Untuk selanjutnya dilakuakn revisi dan perbaikan apabila diperlukan.

Pengumpulan Data.

Dalam melaksanakan pengumpulan data peneliti kadang seringkali menggunakan tenaga pewawancara. Satu hal yang menyebabkan hal tersebut adalah untuk menjaga objektifitas dari informasi, bias dan lain sebagainya. Tenaga pewawancara yang sudah berpengalaman akan sangat membantu dalam pengambilan data dilapangan, namun sebaliknya bagi petugas wawancara yang belum berpengalaman (misal dari lokal) kadang justru akan menyulitkan dalam pengambilan data. Untuk itu diperlukan adanya pelatihan kepada pewawancara sebelum terjun ke lapangan.

Persiapan Survey

Manajemen Survey, Akomodasi dan distribusi

Kepada pewawancara diberikan orientasi, dilatih, dan diturunkan ke lapangan dengan petunjuk lengkap mengenai siapa yang harus diwawancarai dan bagaimana wawancara itu harus dilaksanakan (teknik wawancara diberikan dalam matakuliah lain). Dalam survei yang baik pewawancara sama sekali tidak memiliki pilihan mengenai siapa yang akan diwawancarai. Pewawancara yang sudah diberi tugas berkewajiban untuk mewawancara orang –orang tertentu, dan hanya orang tertentu ; umumnya ini dilakukan dengan cara acak.

Dalam wawancara yang sesungguhnya di lapangan, mungkin ada beberapa kelonggaran tertentu, dan juga dalam penggunaan skedul wawancara tetapi kelonggaran tersebut tentu saja tidak terlalu besar. Kerja para pewawancara pun dilakukan checking secara sistematis dengan cara tertentu. Misalnya setiap wawancaara kesepuluh dicek dengan mengirimkan pewawancara lain kepada responden yang sama. Skedul wawancara juga dikupas, jika ada tanda-tanda penjadwalan dan pelaporan yang tidak pada tempatnya (tidak benar).

Tahap selanjutnya adalah koding yaitu menterjemahkan jawaban pertanyaan dan informasi responden menjadi kategori-kategori spefisik  demi keperluan analisis. Bagian ini sangat penting bagi analisis, kesalahan dalam intepretasi / menterjemahkan akan merubah 1800 hasil penelitian.  Misalnya dalam menterjemahkan informasi favorable – unfavorable kesalahan akan mengakibatkan data berbalik total dan analisis akan memberikan hasil yang terbalik pula. Kehati-hatian diperlukan dalam proses koding ini. Jawaban setiap responden dimasukan dalam satu dari beberapa kategori yang telah ditentukan

Tabulasi adalah perekaman atau pencatatan banyaknya tipe respon dalam kategori masing-masing yang sesuai, yang akan menjadio dasar bagi analisis statistik; persentase, rata-rata, index relasi, dan tes signifikansi yang bersangkutan. Analisis data ini dikaji, dokorelasikan, diasimilasikan dan ditafsirkan. Akhirnya hasil proses penafsiran dilaporkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: