Kacang Babi/ kara bunguk untuk vitalitas

7 Maret 2011 at 16:25 (Pengetahuan)

Kacang Babi untuk vitalitas Pria

Bagi yang pernah melewatkan masa kecil di kampung, tanaman kara benguk tentu tidak asing lagi. Bijinya yang sering dibuat tempe benguk atau dimainkan sebagai biji congklak ini ternyata punya beragam khasiat untuk bagi kejantanan pria.

Nama kara benguk (Mucuna pruriens) mungkin hanya populer di Jawa Tengah dan sekitarnya. Namun tanaman ini sebenarnya bisa ditemukan di seluruh Indonesia meski namanya berbeda seperti kacang babi atau kacang kowas (Sunda), kekara juleh (Maluku) atau bhengok (Madura).

Tanaman yang tergolong kacang-kacangan ini tumbuh merambat pada batang pohon lain di dekatnya. Batang, daun dan permukaan kulit buahnya dilindungi semacam bulu sehingga sangat mirip dengan biji kedelai, hanya saja ukurannya jauh lebih besar.

Selain di Indonesia, tanaman ini tersebar di hampir semua wilayah beriklim tropis mulai dari India, Thailand, Afrika hingga Amerika Tengah. Di negara lain, kara benguk juga dikenal dengan nama Velvet bean, Yokohama bean, Bengal bean, Buffalo bean atau Cowitch bean.

Jika di Indonesia kara benguk lebih sering diolah menjadi tempe benguk, beberapa tradisi di luar negeri punya cara sendiri untuk mengolahnya. Tak hanya cara pengolahannya yang unik, tujuan pengolahannya juga cukup menarik yakni untuk mendongkrak gairah seks pria.

Misalnya di Brazil, biji kara benguk disangrai, digerus hingga halus lalu diseduh dengan air panas seperti kopi. Masyarakat setempat meyakini kopi dari biji kara benguk mampu mengurangi gejala tremor atau gemetar pada parkinson serta bisa mengatasi impotensi.

Bukan hanya bijinya yang bisa dimanfaatkan, daun kara benguk yang sudah dikeringkan juga bermanfaat untuk meningkatkan gairah seks pria. Caranya dengan merajangnya seperti tembakau, lalu dibakar dan dihisap dengan pipa atau dibungkus kertas rokok.

Khasiat biji kara benguk untuk kejantanan pria pernah dibuktikan dalam sebuah penelitian di India. Penelitian tersebut menyimpulkan, konsumsi 5 gram kara benguk rebus tiap hari bisa meningkatkan jumlah sel sperma sehingga makin poten untuk membuahi sel telur.

Sementara itu di Thailand, praktik pengobatan tradisional dengan kara benguk sudah berlangsung berabad-abad lamanya. Supaporn Pitiporn, ahli farmasi dari Rumah Sakit Chao Phya Abhaibhubejhr di Prachinburi Thailand mengatakan, kara benguk cukup potensial untuk dikembangkan sebagai pengganti viagra.

“Praktisi herbal di Thailand sejak lama menggunakan tanaman ini untuk membangkitkan gairah seks pria dan mengatasi disfungsi ereksi. Namun sayang, sampai sekarang belum banyak penelitian medis utnuk mengembangkannya sebagai obat moderen,” ungkap Supaporn seperti dikutip dari BangkokPost, Senin (21/2/2011).

Di Indonesia sendiri, kara benguk lebih sering diolah sebagai tempe benguk yang mudah dikenali dari warnanya yang kehitaman, bijinya yang besar-besar dan lebih keras dibandingkan tempe kedelai. Sama seperti tempe kedelai, tempe benguk juga sangat diminati karena kandungan proteinnya yang tinggi.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Bunuh diri meningkat di Jepang

4 Maret 2011 at 14:39 (Berita)

Bunuh Diri

Angka bunuh diri di Jepang meningkat 20 persen pada tahun 2010. Terbanyak, mereka yang bunuh diri adalah para pengangguran yang putus asa karena tidak juga mendapat kerja.

Laporan ini dikeluarkan oleh kepolisian nasional Jepang (NPA) sebagai bagian dari studi bunuh diri tahunan, dilansir dari laman CNN, Kamis, 3 Maret 2011.
Pada laporan itu, pada tahun 2010 terdapat sebanyak 424 orang yang bunuh diri karena tidak mendapatkan pekerjaan. Sebelumnya, pada 2009, angka bunuh diri pengangguran adalah 354.

Laporan NPA menyebutkan para pengangguran yang bunuh diri kebanyakan adalah mahasiswa

atau sarjana. Pada 2009, angka mahasiswa pengangguran bunuh diri mencapai 23 orang. Angka ini bertambah pada 2010 dengan 53 orang, 130 persen lebih banyak.

Selain pengangguran putus asa, NPA menyebutkan angka bunuh diri pada para penjaga anak atau baby sitter juga meningkat. Pada tahun 2010, angka baby sitter yang bunuh diri

sebanyak 157 orang, meningkat 44 persen dari tahun sebelumnya.

Jepang merupakan salah satu negara dengan angkat bunuh diri tertinggi di dunia. Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan mengatakan angka bunuh diri di Jepang mencapai hingga 30 ribu orang per tahunnya, selama 13 tahun berturut-turut.

Angka ini dinilai sangat mengkhawatirkan karena menyumbang hingga 3,5 persen penurunan populasi di Jepang yang mencapai 127 juta orang. Perdana Menteri Jepang Naoto Kan menjadikan upaya untuk menekan angka bunuh diri sebagai prioritas pada pemerintahannya. Sebelumnya, Naoto Kan mengatakan, dia bertujuan mengurangi faktor-faktor yang membuat rakyat tidak bahagia.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Tekhnologi sensor gerak oleh “ASUS”

1 Maret 2011 at 16:20 (Pengetahuan)

Asus memperkenalkan cara baru menikmati hiburan di televisi dan PC. Jika Anda biasa menggunakan remote control atau controller nirkabel, Asus WAVI Xtion (baca: way-vee action) justru mengadopsi teknologi sensor gerak pertama di dunia.

Ya, dengan teknologi anyar itu, penggunanya dapat memainkan game di PC, memutar hiburan multimedia di rumah hanya dengan input gestur tubuh yang intuitif pada layar Full HD.

Technologi sensor gerak padalayar TV

Asus WAVI Xtion terdiri dari dua komponen, yaitu perangkat media streaming nirkabel WAVI, dan sensor gerak Xtion.

WAVI mampu menampilkan media high definition secara nirkabel dari sebuah PC ke TV di ruangan yang berbeda. Ia juga menandai munculnya antarmuka sensor gerak untuk memutar multimedia, bermain game, dan aplikasi lain berbasis gestur.

Sementara WAVI Xtion memadukan teknologi sensor gerak dari PrimeSense dengan antarmuka pengguna ASUS Xtion Portal melalui interaksi aplikasi yang intuitif.

Anda tahu konsol Nintendo Wii? Cara kerja WAVI Xtion kurang lebih sama dengannya. Hanya saja jika Wii menggunakan controller nirkabel, WAVI Xtion tidak sama sekali. Benar-benar berdasarkan gerak gestur tubuh gerak yang tertangkap sensor kamera.

Sementara itu koneksi PC dan TV menggunakan HDMI nirkabel (teknologi WHDMI), yang memberikan transfer data untuk menampilkan konten high definition seperti film, game, dan foto pada frekuensi 5 GHz dengan jangkauan mencapai 25 meter.

Saat mendapatkannya, Asus menyediakan software seperti MayaFit Cardio Life, sebuah game latihan kebugaran yang mendukung sensor gerak, dan BeatBooster, game multiplayer racing adventure di mana pengguna melakukan manuver pesawat jet menggunakan gerakan tubuh.

“Kolaborasi dengan Asus dalam menghadirkan solusi sensor 3D untuk WAVI Xtion membuktikan pada industri bahwa teknologi interaksi yang natural ideal untuk digunakan di ruang keluarga,” kata CEO PrimeSense, Inon Beracha. “Kendali intuitif berbasis gestur akan menjadi masa depan pengoperasian pada seluruh perangkat.”

Berikut ini spesifikasi WAVI Xtion
WAVI

Standar nirkabel Teknologi AMIMON WHDI
Antena 4 x 5 MIMO
Frekuensi operasi 5GHz
Jangkauan transmisi Hingga 25 meter (line of sight)
Tx I/O 1xHDMI input
Rx I/O 1xHDMI output, 2 x USB
Audio Hingga 8-channel 192KHz 24-bit

Xtion

Jangkauan operasi 0,8m-3,5m
Sudut tampilan (horisontal, vertikal, diagonal) 58°, 45° , 70°
Sensor Depth
Platform yang didukung Intel® X86 dan AMD®
Sistem operasi yang didukung Microsoft Windows® XP, Vista, Windows 7 32-bit
Interface/power USB2.0

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Akhir dari Pertaruhan Sang Pemimpin

1 Maret 2011 at 16:04 (Politik dan Hukum)

Demo Karyawan

Pergolakkan yang terjadi di RSUD Kota Prabumulih selama beberapa hari ini adalah merupakan suatu cerminan dari kurangnya manajemen kepemimpinan  yang hakikatnya tidak hanya mampu men-direct tetapi juga harus mampu memberikan teladan dan panutan kepada bawahannya. Kepemimpinan yang berhasil bukan hanya dari satu orang pemimpin saja, tapi hasil kerja keras dari seluruh elemen yang mendukung kinerja kepemimpinannya. Kami tidak bermaksud untuk menyimpulkan bahwa kepemimpinan di RSUD Kota Prabumulih gagal total, tetapi mencoba untuk mengurai kembali benang yang mulai kusut sehingga tidak bertambah kusut.

Secara umum memang tidak nampak kegagalan menejemen, bahkan hasil audit juga relatif baik.  Kalau boleh diumpamakan danau yang tenang tampak jernih dan teduh diatasnya, tetapi kita tidak tahu bila didasar danau banyak ular dan buaya yang setiap saat akan naik kepermukaan dan memangsa apa saja yang ada disekitarnya. Perumpamaan ini adalah kondisi yang terjadi saat ini di RSUD Kota Prabumulih, dimana manajemen hanya berhasil membuat para petingginya senang. Dengan angka-angka mereka puas, kalau kinerja bawahannya sudah berhasil, sementara mereka tidak tahu lebih dalam kondisi sebenarnya yang terjadi.

Kepemimpinan model ini hanya menghasilkan orang-orang rakus, orang-orang munafik dan gila kekuasaan , sehingga akhirnya akan menindas orang-orang yang lemah. Budaya asal bapak/ ibu senang dan semua tidak ada masalah, sudah menjadi kata sandi utama bagi sang bawahan untuk menjilat pemimpinnya.Bahkan atas nama sang pemimpin pula para penjilat mampu mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya. Praktek korupsi, kolusi dan nepotisme akhirnya merajalela, bukan hanya isapan jempol semata tapi terkadang benar-benar terjadi di depan mata.

Banyak orang yang berambisi untuk menjadi pemimpin, tetapi sangat sedikit yang mampu memimpin dengan baik, sehingga diantara mereka gagal bahkan hancur hargadiri dan martabatnya. Pergulatan yang berat antara ambisi, kekuasaan dan harga diri tetapi tidak diimbangi dengan kemapanan dalam berbagai hal, termasuk menciptakan bawahan yang pekerja keras, tangguh disiplin,  patuh dan taat pada pemimpinnya, tetapi tidak menjilat.

Lalu kenapa ada gejolak? …

Jawabanya mungkin bisa singkat, atau justru malah harus dijelaskan berhari-hari bahkan seumur hidup mungkin tak menemukan jawabannya.

Sebuah pertanyaan yang harus dijawab oleh orang yang menjadi pemimpin itu sendiri, apakah mereka sudah memimpin dengan hati nurani? …Untuk yang belum punya hati nurani tidak usah cari jawabannya.

Bagi yang punya sedikit hati nurani, Apakah mereka akan legowo meninggalkan jabatannya ketika situasi sudah tidak memungkinkan lagi ? Pertanyaan-pertanyaan diatas hanya sebagian kecil dari penjelasan yang bisa dijabarkan dari pertanyaan pertama.

Kehadiran pemimpin-pemimpin  kecil dengan mentalitas penjilat yang hanya mencari keuntungan bagi diri sendiri dan kelompokknya, terkadang luput dari pantauan pemimpin besar. Apalagi sang pemimpin besarpun sudah setengah hati memimpin, mau mundur sudah kepalang mau maju sudah terhalang. Jadilah Pemimpin besar boneka pemimpin penjilat.

Demo atau unjuk rasa yang terjadi adalah letupan dari hasil kekecewaan yang memuncak dari orang-orang yang merasa dizalimi. Berbagai upaya sudah mereka lakukan mulai dari melaporkannya pada sang atasan hingga mengajak dialog, tetapi karena carut marutnya manajemen maka hal tersebut tidak dianggap. Bahkan dengan angkuhnya sang “penjilat” tidak pernah menanggapi keluhan bawahan dan menantang bawahan dengan mengatakan bahwa mereka tidak akan berunjuk rasa menentang, mereka akan selalu patuh dan taat pada  sang pemimpin. Kalau sudah begini tentu manajemen yang sudah dibangun dengan susah payah oleh sang pemimpin besar akan hancur, tinggal menunggu waktu. (Al.Ichwan/1102)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Keperawatan dan pencegahan Nosokomial Infeksi

10 April 2010 at 07:42 (Pengetahuan)

Pelayanan Keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Indikator mutu pelayanan di Rumah Sakit tidak lepas dari kualitas pelayanan keperawatan. Perawat sebagai profesi dengan tenaga perawat yang profesional dituntut untuk secara terus menerus mengembangkan kemampuan dirinya baik secara ilmu maupun ketrampilan.

pelayanan Keperawatan dasar

Infeksi nosokomial merupakan salah satu contoh kondisi yang mengancam patient safety. Kondisi lingkungan tempat tidur pasien dan kondisi fisik pasien juga merupakan hal yang harus diperhatikan dalam upaya  patient safety.Perawat harus bertanggung jawab terhadap patient safety selama pasien dirawat di rumah sakit. Dalam hal upaya mempertahankan patient safety, perawat tidak hanya melihat dari faktor fisik tetapi juga psikis pasien. Keamanan pasien menjadi hal yang amat penting dan memerlukan perhatian yang optimal dan intervensi keperawatan yang adekuat sesuai dengan masalah keperawatan yang dihadapi pasien dan tujuan keperawatan yang ingin dicapai untuk mengatasi masalah pasien.

Pencegahan nosokomial infeksi dengan menjaga sterilitas instrumen

Dalam rangka menjunjung tinggi hak pasien akan keselamatan dirinya  ( patient safety), perawat harus mampu memberikan pelayanan keperawatan yang optimal dan melaksanakan intervensi keperawatan berdasarkan bukti-bukti Ilmiah ( evidence based nursing ).                                                      Bukti-bukti ilmiah  didapatkan dari hasil penelitian yang dilakukan dalam bidang keperawatan , medis maupun hasil penelitian kesehatan lain. Evidence based nursing dan evidence based medicine dapat digunakan sebagai dasar dalam pemberian intervensi keperawatan. Namun demikian perawat profesional harus mampu memilih hasil penelitian yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Harga suatu “KOORDINASI”

9 Februari 2010 at 07:36 (Opini)

Sungguh miris bila kita melihat keadaan akhir-akhir ini mengenai perkembangan Kota Prabumulih, terutama bila anda termasuk yang rutin membaca media cetak, khususnya media cetak lokal. Memang media cetak lokal dalam beberapa minggu terakhir ini sangat sering memberitakan tentang para pejabat daerah yang sedang terjerat kasus korupsi. Mulai dari pejabat rendah hingga para tinggi termasuk anggota DPRD setempat. Ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi kota ini sejak mandiri, terpisah dari Kabupaten Muara Enim tahun 2001.
Saat ini pihak penegak keadilan sedang giat-giatnya melakukan upaya penegakkan hukum di kota ini. Kita wajib bersyukur dan bangga dengan upaya para peneggak hukum itu, tetapi kita sebaliknya menjadi sedih dengan adanya banyak sangkaan terhadap penyelewengan penyelenggaraan pemerintahan. Beberapa kasus tiba-tiba menyeruak dan mengagetkan masyarakat kota ini. Banyak pertanyaan muncul, banyak dugaan terbit hingga berita dari mulut-kemulut dan hal inilah yang menjadi tanggung-jawab penyidik dan aparat hukum untuk menjawab pertanyaan demi pertanyaan tersebut.

Koodinasi alat angkut

Penyelewengan terjadi didalam suatu organisasi pemerintahan, memang bukanlah suatu hal baru apalagi yang dilakukan oleh seorang pejabat. Oleh karena itu pejabat harus mampu menjalankan dan memimpin organisasi dengan baik sesuai tugas pokok dan fungsinya (tanpa ada kesalahan). Entah disengaja atau tidak tapi para pejabat tersebut telah disumpah dan setidaknya tahu akan setiap konsekuensi yang akan dihadapinya ketika ia memegang suatu jabatan. Sekecil apapun juga permasalahannya, tetap saja itu suatu kelalaian dan wajib melalui proses hukum untuk mendapatkan suatu keadilan.
Mengambil satu contoh permasalahan yang sedang melanda salah satu pejabat di Kota ini, kita tentu menjadi prihatin ketika dalam suatu persidangan ternyata banyak hal-hal penting menyangkut kedinasan yang tidak diketahui oleh yang bersangkutan. Beberapa saksi yang dihadirkanpun ternyata tidak banyak mengetahui prosedur kedinasan yang menjadi tugas pokoknya. Aneh kita mendengarnya, tapi itulah kenyataan dilapangan. Mungkin hal ini tak perlu kita bahas lebih jauh, tetapi secara garis besarnya ini menunjukkan masih kurangnya koordinasi dan tanggung jawab dalam berorganisasi.
Apapun soalannya koordinasi sangatlah penting dalam suatu organisasi, didalam koordinasi ada aturan dan prosedur yang harus dijalankan. Didalam organisasi tidak boleh menjalankan manajemen secara sepihak saja dan memaksakan keinginan hanya berdasar pada satu pemikiran yang sempit, apalagi memikirkan keuntungan yang akan diperoleh. Sungguh naif..! banyak pejabat kita yang berpendidikan tinggi, khususnya bidang manajemen tetapi masih kesulitan mengaplikasikan ilmu yang didapatnya.
Kasus diatas hanya merupkan segelintir kasus yang nampak kepermukaan, terekspose dari sekian banyak yang bisa kita jumpai bahkan mungkin kita alami sehari-hari. Harga mahal yang harus dibayar dari hilangnya koordinasi. Mudah-mudahan kita dapat menjalankan koordinasi dengan baik sehingga tercipta suasana organisasi yang ideal, efisien dan harmonis dalam mencapai tujuan.

Kalau boleh mengutip pernyataan seorang ahli manajemen yang mengatakan bahwa koordinasi itu adalah proses pengintegrasian tujuan dan kegiatan pada satuan yang terpisah pada suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Siapa bilang software bikin musik itu mahal?

19 Januari 2010 at 06:37 (Pengetahuan)

LINUX

Ketika sedang asyik didepan komputer, tiba-tiba call sign YM saya kedap-kedip..eh ternyata ada temen lama yang chatting. Seperti biasa kita asyik ngobrol ngalorr ngidul mulai dari cerita di sekolah dulu,  hingga soal kerja. Saya tahu betul, beliau hobi banget denger musik mulai dari pop, jazz, hingga rock…campur-sari juga…he..he..karena itu iseng-iseng saya tanyakan udah berapa lagu yang bisa dibuat…ah ada..deh..sulit dapet ide katanya. Mau pake komputer, softwarenya kan nggak gratis…apalagi yang sesuai dan canggih gitu..jadi males ah…katanya.

Saya jadi teringat beberapa bulan yang lalu saya pernah membaca artikel tentang Linux, terutama software yang dapat mengedit, membuat komposisi melodi dan lagu..pokoknya komplitlah. Nah..saya cariin dulu…. nich dia nama aplikasinya…LINUX MULTI MEDIA STUDIO

LMMS adalah sebuah alternatif gratis untuk program multi-platform komersial seperti FL Studio, yang dapat menghasilkan musik dengan komputer. dengan aplikasi ini kita juga bisa menciptaan melodi dan ketukan, mensintesis dan mencampur suara serta  mengatur sampel. Dengan software ini juga bisa dikoneksikan dengan alat musik MIDI seperti Keyboad.

Fitur-Fiturnya :

  • Song-Editor for composing songs
  • A Beat+Bassline-Editor for creating beats and basslines
  • An easy-to-use Piano-Roll for editing patterns and melodies
  • An FX mixer with 64 FX channels and arbitrary number of effects allow unlimited mixing possibilities
  • Many powerful instrument and effect-plugins out of the box
  • Full user-defined track-based automation and computer-controlled automation sources
  • Compatible with many standards such as SoundFont2, VST(i), LADSPA, GUS Patches, and MIDI
  • Import of MIDI and FLP (Fruityloops® Project) files

Aplikasi ini juga user-friendly dan relatif canggih nich..udah coba aja disedot disini

Setelah men-donlot source LMMS, jangan lupa setela itu kita harus menyesuaikan paket binarynya yang kita gunakan. Selamat mencoba !

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Manajemen Keperawatan

28 Desember 2009 at 08:41 (Pengetahuan)

Konsep Dasar

Pengertian umum suatu manajemen adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang/kelompok didalam mencapai suatu tujuan. Dengan kata lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu seseorang  membutuhkan bantuan orang lain. Jadi dalam hal ini, manajemen adalah suatu proses yang dilakukan secara terencana, tidak secara serta merta terjadi tanpa upaya sendirian. Proses inilah yang dinamakan tahapan koordinasi yang menjadikan manajemen dapat berfungsi dengan baik. Beberapa fungsi manajemen  digambarkan oleh  Henry Fayol 5 , yaitu :

Planning, Organization, Command, Coordination, dan Control .

Marquis&Huston, juga menyampaikan ada 5(lima) fungsi manajemen, yaitu : planning, organizing, staffing, directing, dan controlling

Pendapat lain mengenai fungsi menajemen disampaikan oleh Luther Gullick (modifikasi konsep H.Fayol), beliau menyampaikan ada 7 (tujuh) aktivitas manajemen, yaitu:

Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, dan Budgeting.

Marquis&Huston : planning, organizing, staffing, directing, dan controlling

Rapat Evaluasi Manajemen Keperawatan

Secara umum Manajemen Keperawatan merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh sekelompak orang yang direncanakan dengan baik di dalam memberikan suatu asuhan keperawatan yang komprehensif bagi pasien atau klien maupun kepada masyarakat.

Menurut Gilles (1984) Manajemen keperawatan didefinisikan sebagai suatu proses bekerja melalui upaya anggota staf keperawatan untuk memberikan  pelayanan keperawatan,  pengobatan dan bantuan terhadap para pasien, dan tugas manajer keperawatan adalah merencanakan, mengorganisir, memimpin serta mengontrol keuangan, material, dan sumber daya manusia yang ada untuk memberikan pelayanan keperawatan seefektif mungkin bagi setiap kelompok pasien dan keluarga mereka.

Koordinasi Manajemen

Proses Manajemen Keperawatan

Proses manajemen keperawatan dapat dilihat dari pendekatan sistem, dalam hal ini adalah sistem terbuka dimana tiap komponen saling berhubungan dan berinteraksi serta dipengaruhi oleh lingkungan. Ada 5 (lima) komponen utama yang mendukung dalam proses terjadinya interaksi, yaitu input, process, output, control dan feedback.
Sedangkan apabila diuraikan berdasarkan  teori manajemen  yang disampaikan Fayol, maka manajemen Keperawatan dapat berfungsi sebagai :
1.Planning :

Misi, visi, tujuan, kebijakan, prosedur, dan peraturan-peraturan dalam pelayanan keperawatan,perkiraan proyeksi jangka pendek&panjang serta menentukan jumlah biaya dan mengatur adanya perubahan berencana.
2.Organizing

Struktur organisasi, model penugasan keperawatan, Job descriptions dan memahami serta menggunakan kekuasaan dan otoritas yang sesuai.

3.Staffing :

Kegiatan yang berhubungan dengan kepegawaian :> rekruitmen, wawancara, mengorientasikan staf, menjadwalkan dan mengsosialisasikan pegawai baru serta pengembangan staf.

4.Directing :
Pemberian motivasi, supervisi, mengatasi adanya konflik, pendelegasian, cara berkomunikasi dan fasilitasi untuk kolaborasi.
5.Controlling :
Pelaksanaan penilaian kinerja staf, pertanggungjawaban keuangan, pengendalian mutu, pengendalian aspek legal dan etik serta pengendalian profesionalisme asuhan keperawatan.
Prinsip Manajemen Keperawatan

Prinsip manajemen sec.umum (H.Fayol):

  1. Division of working (pembagian pekerjaan).
  2. Authority and responsibility (kewenangan dan tanggungjawab).
  3. Dicipline (disiplin).
  4. Unity of command (kesaatuan komando).
  5. Unity of direction (Kesatuan arah).
  6. Subordination of individual to generate interent (kepentingan individu tunduk pada kepentingan umum).
  7. Renumeration of personal (penghasilan pegawai).
  8. Decentralization (desentralisasi).
  9. Scala of hierarchy (jenjang hirarki).
  10. Order (ketertiban)
  11. Stability of tunnure personal (stabilitas jabatan pegawai).
  12. Equity (keadilan).
  13. Inisiative (inisiatif)
  14. Esprit de corps (Kesetiawakawanan korps).

Sedangkan mangadopsi dari kegiatan manajemen secara umum, manajemen keperawatan dapat diintegrasikan sebagai suatu proses mulai dari input, out put dan kontrol.Input dari proses manajemen keperawatan antara lain informasi, personel, peralatan dan fasilitas. Proses dalam manajemen keperawatan adalah kelompok manajer dari tingkat pengelola keperawatan tertinggi sampai ke perawat pelaksana yang mempunyai tugas dan wewenang untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan. Output adalah asuhan keperawatan, pengembangan staf dan riset.

Kontrol yang digunakan dalam proses manajemen keperawatan termasuk budget dari bagian keperawatan, evaluasi penampilan kerja perawat, prosedur yang standar dan akreditasi. Mekanisme timbal balik berupa laporan finansial, audit keperawatan, survey kendali mutu dan penampilan kerja perawat.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Prihatin dengan pengembangan SDM didaerah..?

20 November 2009 at 03:41 (Opini)

Sosialisasi mungkin lebih cocok buat masyarakat awam, bukan buat pengembangan SDM tenaga fungsional.

Pemeritah daerah sepertinya masih tidak pernah merubah pola pengembangan Sumber daya manusianya, sehingga kualitas SDM tidak bertambah malah makin terpuruk. Perencanaan peningkatan kualitas SDM terutama di daerah hanya sebatas rencana jangka pendek saja, tetapi kurang memikirkan jangka panjangnya.

Hanya sebatas adanya wacana dari tiap instansi, sehingga terkesan asal ada kegiatan saja. Sedangkan bagi tenaga khusus yang membutuhkan sklill tertentu (fungsional) seharusnya adalah yang bersifat pelatihan tekhnis bersifat berjenjang. Jangka pendekpun harus berupa diklat tekhnis bukan sosialisasi.

Pihak yang bertanggung jawab terhadap pengembangan SDM harusnya tidak terkesan asal-asalan, contohnya…coba deh kita dengar kata sambutan dari panitia or pihak penyelenggara dalam salah satu kegiatan sosialisasi kearsipan daerah yang mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi penyuluhan kearsipan di lingkungan intansi pemerintah/swasta akan menghasilkan SDM yang piawai menata sistem kearsipan secara profesional, efisien dan efektif. Lucu ya…dengernya, gimana tidak sosialisasi yang diikuti oleh lebih dari 100 (seratus) orang selama 2 jam saja tapi targetnya menjadikan SDM kearsipan yang profesional, efisien dan efektif….?#$%#@!!
Selain dari itu Pemda sangat jarang membuat kegiatan seperti ini, setahun sekali…belum tentu tergantung anggaran (katanya>>). kalaupun setiap tahun diulang ulang kegiatan itu-itu saja (mungkin hanya berubah judul buat proposalnya saja tapi kontennya sama saja….tujuannya…..yah tahu sendirilah!!!).

Diperparah lagi dengan mutu pelatihan yang hanya sifatnya sosialisasi satu hari and cukup 2-3 jam saja….ya..kapan mau profesionalnya ? jangan berbicara profesional ..mungkin jauh dari yang dibayangkan. Kalo orang bilang sekarang cuma NATO (Not Actions Talk Only) tapi kenyataanya hanya begitu-begitu saja. Mungkin kalau bisa dikatakan sebagai terlalu dipaksakan, ya ada benarnya juga …tetapi…mungkin
Tidak ada konsep yang jelas mengenai pengembangan kemampuan SDM, itu mungkin salah satu penyebabnya.

 

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Diare pada Balita

12 November 2009 at 05:04 (Pengetahuan)

WHO

W.H.O

Diare merupakan buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari, dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih, demikian definisi yang disebutkan oleh W.H.O.

Apakah balita anda diare atau tidak, biasanya dapat dilihat dari frekwensi BAB dan konsistensi dari tinja. Frekuensi BAB pada balita umumnya lebih banyak dari orang dewasa, rata-rata 3 – 5 kali sehari. Sedangkan konsistensi atau keras lunaknya tinja, umumnya dapat dilihat dari mulai cair hingga lembek atau berampas. Biasanya seorang ibu dapat memahami secara baik, bila dapat memperhatikan berbagai hal yang diluar kebiasaan pada balitanya. Termasuk bila konsistensi tinja anaknya berbeda dari biasanya dan frekuensi BAB juga lebih sering dari biasanya maka anak bisa dikatakan terserang diare.

Dalam hal ini ibu tidak perlu menunggu waktu lama untuk segera memeriksakan balitanya ke dokter atau pusat kesehatan terdekat. Diare tidak bisa dibiarkan begitu saja, bila frekuensinya sangat sering ini dapat menyebabkan balita mengalami dehidrasi. Dehidrasi berat dapat menimbulkan kematian.

diare

Lemas karena Dehidrasi

 

Penyakit diare yang menyerang balita pada umumnya menjadi sangat berbahaya, apalagi tidak segera dalam penanganan terutama apabila tanda-tanda dehidrasi atau shock mulai terlihat. Tanda dan gejalanya adalah muka pucat, kulit kering atau berkeringat dingin, elastisitasnya juga berkurang, bibir kering, mata sayu badan dan gerakan lemah atau kejang.

Penyebab diare, bermacam-macam mulai dari Virus, bakteri hingga alergi makanan. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut :

     

  • Infeksi virus, Virus yang paling banyak menimbulkan diare adalah rotavirus. Menurut WHO, rotavirus turut berkontribusi sebesar 15-25% diare pada anak usia 6-24 bulan.
  •  

     

  • Infeksi Bakteri
    Bakteri seperti Shigella, Vibrio cholera, Salmonella (non thypoid), Campylobacter jejuni maupun Escherichia coli bisa saja merupakan penyebab diare pada buah hati anda. Anak anda kemungkinan mengalami diare akibat infeksi bakteri jika diare yang dialaminya sangat hebat, diikuti dengan kejang, terdapat darah di tinjanya, serta demam.
  • Parasit
    Infeksi akibat parasit juga dapat menyebabkan diare. Penyakit giardiasis misalnya. Penyakit ini disebabkan parasit mikroskopik yang hidup dalam usus. Gejala giardiasis diantaranya adalah banyak gas, tinja yang sangat banyak dan berbau busuk, perut kembung, serta diare.
  • Antibiotik
    Jika anak atau bayi anda mengalami diare selama pemakaian antibiotik, mungkin hal ini berhubungan dengan pengobatan yang sedang dijalaninya. Antibiotik bisa saja membunuh bakteri baik dalam usus selama pengobatan. Konsultasikan pada dokter mengenai hal ini. Namun, jangan hentikan pengobatan pada anak anda sampai dokter memberikan persetujuan.
  • Makanan dan Minuman
    Terlalu banyak jus (terutama jus buah yang mengandung sorbitol dan kandungan fruksosa yang tinggi) atau terlalu banyak minuman manis dapat membuat perut bayi “kaget” dan menyebabkan diare.
  • Alergi Makanan
    Alergi makanan merupakan reaksi sistem imun tubuh terhadap makanan yang masuk. Alergi makanan pada bayi biasa terjadi pada bayi yang mulai mengenal makanan pendamping ASI. Protein susu merupakan alergen (penyebab alergi) yang paling umum dijumpai pada bayi. Selain protein susu, alergen yang umum dijumpai adalah telur, kedelai, gandum, kacang, ikan, dan kerang-kerangan. Konsultasikan pada dokter jika anda mencurigai ananda memiliki alergi makanan. Alergi makanan dapat menyebabkan berbagai reaksi (salah satunya adalah diare) dalam waktu singkat maupun setelah beberapa jam.
  • Intoleransi Makanan
    Berbeda dengan alergi makanan, intoleransi makanan tidak dipengaruhi oleh sistem imun. Contoh intoleransi makanan adalah intoleransi laktosa (sangat jarang ditemukan pada bayi). Bayi yang mengalami intoleransi laktosa, artinya bayi tersebut tidak cukup memproduksi laktase, suatu enzim yang dibutuhkan untuk mencerna laktosa (yaitu gula dalam susu sapi dan produk susu lainnya). Gejala seperti diare, perut kembung, dan banyak gas bisa terjadi bila laktosa tidak terurai. Gejala biasanya muncul sekitar satu atau dua jam setelah mengkonsumsi produk susu.
  •  

diare balita

diare pada balita, adalah frekuensi BAB yang berlebiahan dengan konsistensi tinja yang cair atau berampas

Penangan Bagi balita yang terkena diare pada umumnya adalah untuk mencegah terjadinya dehidrasi yang kerap terjadi karena frekuensi BAB yang berlebihan. Selain itu membatasi kontaminasi bahan-bahan yang diduga menjadi penyebab terjadinya diare pada balita tersebut. Beberapa kiat yang menjadi standar dalam penangan diare pada balita, antara lain :

     

  • Makan dan Minum
    Untuk bayi dan balita yang masih diberi ASI, teruskan minum ASI (Air Susu Ibu). Bagi anak yang sudah tidak minum ASI, makan dan minum seperti biasa untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang
  • Garam Oralit
    Berikan oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Perlu diperhatikan bagi orang tua mengenai cara pemberian oralit yang benar. Caranya adalah minum segelas oralit sedikit demi sedikit, dua sampai tiga teguk, kemudian berhenti selama tiga menit. Hal ini harus diulang terus menerus sampai satu gelas oralit habis. Minum oralit satu gelas sekaligus dapat memicu muntah dan buang air besar.
  • Segera periksakan anak ke dokter bila diare lebih dari 12 jam atau bila bayi anda tidak mengompol dalam waktu 8 jam, suhu badan lebih dari 39°C, terdapat darah dalam tinjanya, mulutnya kering atau menangis tanpa air mata, dan luar biasa mengantuk atau tidak ada respon.
  •  

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah :

  1. Laksanakan kebiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), misalnya dengan mencuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum dan sesudah menjamah makanan.
  2. Menjaga kebersihan lingkungan, terutama membuang sampah tidak sembarangan.
  3. Pemanfaatan Jamban keluarga yang baik.
  4. Menjaga kebersihan makanan dan minuman serta alat-alat rumah tangga.
  5. Menggunakan air bersih dan sudah dimasak atau sudah di filtrasi UV untuk diminum.


Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »