Diare pada Balita

12 November 2009 at 05:04 (Pengetahuan)

WHO

W.H.O

Diare merupakan buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari, dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih, demikian definisi yang disebutkan oleh W.H.O.

Apakah balita anda diare atau tidak, biasanya dapat dilihat dari frekwensi BAB dan konsistensi dari tinja. Frekuensi BAB pada balita umumnya lebih banyak dari orang dewasa, rata-rata 3 – 5 kali sehari. Sedangkan konsistensi atau keras lunaknya tinja, umumnya dapat dilihat dari mulai cair hingga lembek atau berampas. Biasanya seorang ibu dapat memahami secara baik, bila dapat memperhatikan berbagai hal yang diluar kebiasaan pada balitanya. Termasuk bila konsistensi tinja anaknya berbeda dari biasanya dan frekuensi BAB juga lebih sering dari biasanya maka anak bisa dikatakan terserang diare.

Dalam hal ini ibu tidak perlu menunggu waktu lama untuk segera memeriksakan balitanya ke dokter atau pusat kesehatan terdekat. Diare tidak bisa dibiarkan begitu saja, bila frekuensinya sangat sering ini dapat menyebabkan balita mengalami dehidrasi. Dehidrasi berat dapat menimbulkan kematian.

diare

Lemas karena Dehidrasi

 

Penyakit diare yang menyerang balita pada umumnya menjadi sangat berbahaya, apalagi tidak segera dalam penanganan terutama apabila tanda-tanda dehidrasi atau shock mulai terlihat. Tanda dan gejalanya adalah muka pucat, kulit kering atau berkeringat dingin, elastisitasnya juga berkurang, bibir kering, mata sayu badan dan gerakan lemah atau kejang.

Penyebab diare, bermacam-macam mulai dari Virus, bakteri hingga alergi makanan. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut :

     

  • Infeksi virus, Virus yang paling banyak menimbulkan diare adalah rotavirus. Menurut WHO, rotavirus turut berkontribusi sebesar 15-25% diare pada anak usia 6-24 bulan.
  •  

     

  • Infeksi Bakteri
    Bakteri seperti Shigella, Vibrio cholera, Salmonella (non thypoid), Campylobacter jejuni maupun Escherichia coli bisa saja merupakan penyebab diare pada buah hati anda. Anak anda kemungkinan mengalami diare akibat infeksi bakteri jika diare yang dialaminya sangat hebat, diikuti dengan kejang, terdapat darah di tinjanya, serta demam.
  • Parasit
    Infeksi akibat parasit juga dapat menyebabkan diare. Penyakit giardiasis misalnya. Penyakit ini disebabkan parasit mikroskopik yang hidup dalam usus. Gejala giardiasis diantaranya adalah banyak gas, tinja yang sangat banyak dan berbau busuk, perut kembung, serta diare.
  • Antibiotik
    Jika anak atau bayi anda mengalami diare selama pemakaian antibiotik, mungkin hal ini berhubungan dengan pengobatan yang sedang dijalaninya. Antibiotik bisa saja membunuh bakteri baik dalam usus selama pengobatan. Konsultasikan pada dokter mengenai hal ini. Namun, jangan hentikan pengobatan pada anak anda sampai dokter memberikan persetujuan.
  • Makanan dan Minuman
    Terlalu banyak jus (terutama jus buah yang mengandung sorbitol dan kandungan fruksosa yang tinggi) atau terlalu banyak minuman manis dapat membuat perut bayi “kaget” dan menyebabkan diare.
  • Alergi Makanan
    Alergi makanan merupakan reaksi sistem imun tubuh terhadap makanan yang masuk. Alergi makanan pada bayi biasa terjadi pada bayi yang mulai mengenal makanan pendamping ASI. Protein susu merupakan alergen (penyebab alergi) yang paling umum dijumpai pada bayi. Selain protein susu, alergen yang umum dijumpai adalah telur, kedelai, gandum, kacang, ikan, dan kerang-kerangan. Konsultasikan pada dokter jika anda mencurigai ananda memiliki alergi makanan. Alergi makanan dapat menyebabkan berbagai reaksi (salah satunya adalah diare) dalam waktu singkat maupun setelah beberapa jam.
  • Intoleransi Makanan
    Berbeda dengan alergi makanan, intoleransi makanan tidak dipengaruhi oleh sistem imun. Contoh intoleransi makanan adalah intoleransi laktosa (sangat jarang ditemukan pada bayi). Bayi yang mengalami intoleransi laktosa, artinya bayi tersebut tidak cukup memproduksi laktase, suatu enzim yang dibutuhkan untuk mencerna laktosa (yaitu gula dalam susu sapi dan produk susu lainnya). Gejala seperti diare, perut kembung, dan banyak gas bisa terjadi bila laktosa tidak terurai. Gejala biasanya muncul sekitar satu atau dua jam setelah mengkonsumsi produk susu.
  •  

diare balita

diare pada balita, adalah frekuensi BAB yang berlebiahan dengan konsistensi tinja yang cair atau berampas

Penangan Bagi balita yang terkena diare pada umumnya adalah untuk mencegah terjadinya dehidrasi yang kerap terjadi karena frekuensi BAB yang berlebihan. Selain itu membatasi kontaminasi bahan-bahan yang diduga menjadi penyebab terjadinya diare pada balita tersebut. Beberapa kiat yang menjadi standar dalam penangan diare pada balita, antara lain :

     

  • Makan dan Minum
    Untuk bayi dan balita yang masih diberi ASI, teruskan minum ASI (Air Susu Ibu). Bagi anak yang sudah tidak minum ASI, makan dan minum seperti biasa untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang
  • Garam Oralit
    Berikan oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Perlu diperhatikan bagi orang tua mengenai cara pemberian oralit yang benar. Caranya adalah minum segelas oralit sedikit demi sedikit, dua sampai tiga teguk, kemudian berhenti selama tiga menit. Hal ini harus diulang terus menerus sampai satu gelas oralit habis. Minum oralit satu gelas sekaligus dapat memicu muntah dan buang air besar.
  • Segera periksakan anak ke dokter bila diare lebih dari 12 jam atau bila bayi anda tidak mengompol dalam waktu 8 jam, suhu badan lebih dari 39°C, terdapat darah dalam tinjanya, mulutnya kering atau menangis tanpa air mata, dan luar biasa mengantuk atau tidak ada respon.
  •  

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah :

  1. Laksanakan kebiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), misalnya dengan mencuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum dan sesudah menjamah makanan.
  2. Menjaga kebersihan lingkungan, terutama membuang sampah tidak sembarangan.
  3. Pemanfaatan Jamban keluarga yang baik.
  4. Menjaga kebersihan makanan dan minuman serta alat-alat rumah tangga.
  5. Menggunakan air bersih dan sudah dimasak atau sudah di filtrasi UV untuk diminum.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: