Harga suatu “KOORDINASI”

9 Februari 2010 at 07:36 (Opini)

Sungguh miris bila kita melihat keadaan akhir-akhir ini mengenai perkembangan Kota Prabumulih, terutama bila anda termasuk yang rutin membaca media cetak, khususnya media cetak lokal. Memang media cetak lokal dalam beberapa minggu terakhir ini sangat sering memberitakan tentang para pejabat daerah yang sedang terjerat kasus korupsi. Mulai dari pejabat rendah hingga para tinggi termasuk anggota DPRD setempat. Ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi kota ini sejak mandiri, terpisah dari Kabupaten Muara Enim tahun 2001.
Saat ini pihak penegak keadilan sedang giat-giatnya melakukan upaya penegakkan hukum di kota ini. Kita wajib bersyukur dan bangga dengan upaya para peneggak hukum itu, tetapi kita sebaliknya menjadi sedih dengan adanya banyak sangkaan terhadap penyelewengan penyelenggaraan pemerintahan. Beberapa kasus tiba-tiba menyeruak dan mengagetkan masyarakat kota ini. Banyak pertanyaan muncul, banyak dugaan terbit hingga berita dari mulut-kemulut dan hal inilah yang menjadi tanggung-jawab penyidik dan aparat hukum untuk menjawab pertanyaan demi pertanyaan tersebut.

Koodinasi alat angkut

Penyelewengan terjadi didalam suatu organisasi pemerintahan, memang bukanlah suatu hal baru apalagi yang dilakukan oleh seorang pejabat. Oleh karena itu pejabat harus mampu menjalankan dan memimpin organisasi dengan baik sesuai tugas pokok dan fungsinya (tanpa ada kesalahan). Entah disengaja atau tidak tapi para pejabat tersebut telah disumpah dan setidaknya tahu akan setiap konsekuensi yang akan dihadapinya ketika ia memegang suatu jabatan. Sekecil apapun juga permasalahannya, tetap saja itu suatu kelalaian dan wajib melalui proses hukum untuk mendapatkan suatu keadilan.
Mengambil satu contoh permasalahan yang sedang melanda salah satu pejabat di Kota ini, kita tentu menjadi prihatin ketika dalam suatu persidangan ternyata banyak hal-hal penting menyangkut kedinasan yang tidak diketahui oleh yang bersangkutan. Beberapa saksi yang dihadirkanpun ternyata tidak banyak mengetahui prosedur kedinasan yang menjadi tugas pokoknya. Aneh kita mendengarnya, tapi itulah kenyataan dilapangan. Mungkin hal ini tak perlu kita bahas lebih jauh, tetapi secara garis besarnya ini menunjukkan masih kurangnya koordinasi dan tanggung jawab dalam berorganisasi.
Apapun soalannya koordinasi sangatlah penting dalam suatu organisasi, didalam koordinasi ada aturan dan prosedur yang harus dijalankan. Didalam organisasi tidak boleh menjalankan manajemen secara sepihak saja dan memaksakan keinginan hanya berdasar pada satu pemikiran yang sempit, apalagi memikirkan keuntungan yang akan diperoleh. Sungguh naif..! banyak pejabat kita yang berpendidikan tinggi, khususnya bidang manajemen tetapi masih kesulitan mengaplikasikan ilmu yang didapatnya.
Kasus diatas hanya merupkan segelintir kasus yang nampak kepermukaan, terekspose dari sekian banyak yang bisa kita jumpai bahkan mungkin kita alami sehari-hari. Harga mahal yang harus dibayar dari hilangnya koordinasi. Mudah-mudahan kita dapat menjalankan koordinasi dengan baik sehingga tercipta suasana organisasi yang ideal, efisien dan harmonis dalam mencapai tujuan.

Kalau boleh mengutip pernyataan seorang ahli manajemen yang mengatakan bahwa koordinasi itu adalah proses pengintegrasian tujuan dan kegiatan pada satuan yang terpisah pada suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: