Akhir dari Pertaruhan Sang Pemimpin

1 Maret 2011 at 16:04 (Politik dan Hukum)

Demo Karyawan

Pergolakkan yang terjadi di RSUD Kota Prabumulih selama beberapa hari ini adalah merupakan suatu cerminan dari kurangnya manajemen kepemimpinan  yang hakikatnya tidak hanya mampu men-direct tetapi juga harus mampu memberikan teladan dan panutan kepada bawahannya. Kepemimpinan yang berhasil bukan hanya dari satu orang pemimpin saja, tapi hasil kerja keras dari seluruh elemen yang mendukung kinerja kepemimpinannya. Kami tidak bermaksud untuk menyimpulkan bahwa kepemimpinan di RSUD Kota Prabumulih gagal total, tetapi mencoba untuk mengurai kembali benang yang mulai kusut sehingga tidak bertambah kusut.

Secara umum memang tidak nampak kegagalan menejemen, bahkan hasil audit juga relatif baik.  Kalau boleh diumpamakan danau yang tenang tampak jernih dan teduh diatasnya, tetapi kita tidak tahu bila didasar danau banyak ular dan buaya yang setiap saat akan naik kepermukaan dan memangsa apa saja yang ada disekitarnya. Perumpamaan ini adalah kondisi yang terjadi saat ini di RSUD Kota Prabumulih, dimana manajemen hanya berhasil membuat para petingginya senang. Dengan angka-angka mereka puas, kalau kinerja bawahannya sudah berhasil, sementara mereka tidak tahu lebih dalam kondisi sebenarnya yang terjadi.

Kepemimpinan model ini hanya menghasilkan orang-orang rakus, orang-orang munafik dan gila kekuasaan , sehingga akhirnya akan menindas orang-orang yang lemah. Budaya asal bapak/ ibu senang dan semua tidak ada masalah, sudah menjadi kata sandi utama bagi sang bawahan untuk menjilat pemimpinnya.Bahkan atas nama sang pemimpin pula para penjilat mampu mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya. Praktek korupsi, kolusi dan nepotisme akhirnya merajalela, bukan hanya isapan jempol semata tapi terkadang benar-benar terjadi di depan mata.

Banyak orang yang berambisi untuk menjadi pemimpin, tetapi sangat sedikit yang mampu memimpin dengan baik, sehingga diantara mereka gagal bahkan hancur hargadiri dan martabatnya. Pergulatan yang berat antara ambisi, kekuasaan dan harga diri tetapi tidak diimbangi dengan kemapanan dalam berbagai hal, termasuk menciptakan bawahan yang pekerja keras, tangguh disiplin,  patuh dan taat pada pemimpinnya, tetapi tidak menjilat.

Lalu kenapa ada gejolak? …

Jawabanya mungkin bisa singkat, atau justru malah harus dijelaskan berhari-hari bahkan seumur hidup mungkin tak menemukan jawabannya.

Sebuah pertanyaan yang harus dijawab oleh orang yang menjadi pemimpin itu sendiri, apakah mereka sudah memimpin dengan hati nurani? …Untuk yang belum punya hati nurani tidak usah cari jawabannya.

Bagi yang punya sedikit hati nurani, Apakah mereka akan legowo meninggalkan jabatannya ketika situasi sudah tidak memungkinkan lagi ? Pertanyaan-pertanyaan diatas hanya sebagian kecil dari penjelasan yang bisa dijabarkan dari pertanyaan pertama.

Kehadiran pemimpin-pemimpin  kecil dengan mentalitas penjilat yang hanya mencari keuntungan bagi diri sendiri dan kelompokknya, terkadang luput dari pantauan pemimpin besar. Apalagi sang pemimpin besarpun sudah setengah hati memimpin, mau mundur sudah kepalang mau maju sudah terhalang. Jadilah Pemimpin besar boneka pemimpin penjilat.

Demo atau unjuk rasa yang terjadi adalah letupan dari hasil kekecewaan yang memuncak dari orang-orang yang merasa dizalimi. Berbagai upaya sudah mereka lakukan mulai dari melaporkannya pada sang atasan hingga mengajak dialog, tetapi karena carut marutnya manajemen maka hal tersebut tidak dianggap. Bahkan dengan angkuhnya sang “penjilat” tidak pernah menanggapi keluhan bawahan dan menantang bawahan dengan mengatakan bahwa mereka tidak akan berunjuk rasa menentang, mereka akan selalu patuh dan taat pada  sang pemimpin. Kalau sudah begini tentu manajemen yang sudah dibangun dengan susah payah oleh sang pemimpin besar akan hancur, tinggal menunggu waktu. (Al.Ichwan/1102)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: