Evaluasi Kegiatan

PEMANTAUAN LAPANGAN

Pemantauan Kegiatan

Kegiatan pemantauan dan evaluasi

Pengorganisasian di lapangan diperlukan untuk melakukan cek hirarki, kinerja dan tanggung jawab di masing-masing strata. Organisasi dari tim riset ini bisa dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah staf administrasi sedangkan kelompok kedua adalah staf operasional lapangan yang meliputi

  1. Koordinator lapangan
  2. Supervisor lapangan
  3. Pewawancara

Petugas administrasi memiliki pekerjaan lebih kearah administrasi / pencatatan yang menyangkut keuangan, ketenagaan, sarana dan prasarana. Staf lapangan memiliki tugas sesuai dengan namanya (koordinator, supervisor dan pelaksana).

Komunikasi dan monitoring dilakukan melalui mekanisme :

  1. Pertemuan rutin harian antara supervisor dengan koordinator dan atau peneliti
  2. Pertemuan rutin mingguan antara pewawancara dengan supervisor, kadang dihadiri oleh koordinator dan peneliti
  3. Sidak lapangan oleh koordinator atau peneliti
  4. Pertemuan kasus – untuk kasus-kasus tertentu yang memerlukan pemecahan segera

Dalam setiap pertemuan tersebut akan dibahas berbagai permasalahan teknis di lapangan dan upaya untuk menyelesaikannya. Semua permasalahan dan upaya pemecahan dan atau perubahan (misalnya skedul) semuanya dicatat dengan cermat. Beberapa permasalahan dan perubahan / perbaikannya dicatat dan masuk dalam laporan akhir.

Pemantauan survey di lapangan pada prinsipnya dilakukan dengan melalui :

A. Bentuk langsung

  1. Pemberian instruksi oleh peneliti ke koordinator, Kordinator ke supervisor dan supervisor ke pewawancara. Isi instruksi sesuai dengan tangung jawab / tugas masing-masing tanpa mencampuri urusan dari setiap petugas.
  2. Konseling yang dilakukan antara  interviewer dengan supervisor, supervisor dengan koordinator lapangan / peneliti. Isi konseling pada prinsipnya adalah memantau dan memberikan bimbingan atas pelaksanaan kegiatan dan instruksi.

B. Pengamatan Data, meliputi :

  1. Kesesuaian jumlah kuesioner,
  2. Kesesuaian responden, kode responden, alamat responden, kode pewawancara

(ada baiknya kode resonden merupakan gabungan dari kode responden, alamat dan pewawancara)

  1. Kesesuaian, kelengkapan dan ketepatan pengisian kuesioner,
  2. Kesesuaian dengan schedule. Pada setiap penelitian yang baik biasanya telah tersedia schedule rencana penelitian. Pengamatan atas setiap tahapan perkembangan kegiatan pelaksanaan terhadap waktu yang direncanakan akan berguna sebagai indikasi efisiensi dan efektifitas manajemen survey.
  3. Klarifikasi catatan lapangan. Catatan lapangan pewawancara bisa dijadikan salah satu alat pemantauan khususnya untuk hal-hal yang bermasalah misalnya untuk klarifikasi jawaban responden.
  4. Diskusi identifikasi dan pemecahan masalah.
  5. Menjaga kesinambungan rencana dengan praktek melalui pengamatan kontinyu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: