Kualitas Data

MENJAGA KUALITAS DATA

Menjaga kualitas data

Untuk menjaga kualitas data, perlu diadalan evaluasi rutin

Komunikasi dan pemantauan sangat penting untuk menjaga kesinambungan antara praktek di lapangan dengan mainframe rencana. Disamping itu penting juga untuk menjaga kualitas dan kuantitas data yang dihasilkan dari mulai tingkat pewawancara  sampai dengan analisis. Beberapa kegiatan untuk menjaga kualitas data adalah sebagai berikut :

  1. Edit Hasil
    1. Pewawancara :
      1. i.    setiap menyelesaikan satu wawancara setiap pewawancara harus dilakukan cek kesesuaian responden dengan daftar sampel, kelengkapan isian data, jumping question, jawaban yang tidak terbaca (pertanyaan terbuka), check logika antar jawaban. Apabila masih ada kekurangan pewawancara bertanggung jawab untuk kembali menanyakan kepada responden.
      2. ii.    Setelah semua isian lengkap, pewawancara melakukan check atas jumlah kuesioner yang menjadi tanggung jawabnya dan melakukan cross check dengan listing sampel yang menjadi tanggung jawabnya.
      3. iii.    Pewawancara melakukan edit untuk seluruh kuesioner (100%)
    2. Supervisor :
      1. i.    Melakukan cross check jumlah dan kesesuaian dengan daftar sampel
      2. ii.    Checking kelengkapan isian setiap kuesioner yang telah diserahkan oleh pewawancara
      3. iii.    Check logika antar jawaban dalam setiap variabel dalam kuesioner. Sering ditemukan beberapa jawaban pada satu variabel secara logika bertentangan dengan jawaban dari variabel yang lain. Untuk itu check ini cukup penting sehingga data yang dihasilkan tetap akan bisa diproses dalam analisis nantinya
      4. iv.    Check jumping question. Teknik jumping question biasanya kurang diperhatikan oleh responden pada pengambilan data dengan angket. Sedangkan untuk kuesioner, karena merasa telah sangat memahami kadang pewawancara kurang teliti sehingga jumpng question kurang diperhatikan.
      5. v.    Supervisor melakukan edit untuk seluruh kuesioner (100%)
      6. vi.    Catat komentar interviewer, kesulitan terkait responden
      7. vii.    Mendorong interviewer untuk selalu dan secepatnya menyampaikan masalah lapangan
      8. viii.    Memberikan penilaian atas interviewer dan memberikan masukan kepad peneliti / koordinator lapangan
    3. Koordinator lapangan / Peneliti
      1. i.    Melakukan cross check jumlah dan kesesuaian dengan daftar sampel
      2. ii.    Checking kelengkapan isian kuesioner yang telah diserahkan oleh pewawancara (minimal 10% dari seluruh kuesioner secara random)
      3. iii.    Check logika antar jawaban dalam setiap variabel dalam kuesioner. (minimal 10% dari seluruh kuesioner secara random)
      4. iv.    Check jumping question. (minimal 10% dari seluruh kuesioner)
      5. v.    Check range untuk melihat nilai-nilai yang ekstrim (minimal 10% dari seluruh kuesioner secara random)
  2. Spot Check yaitu melakukan check pada beberapa spot / titik (bisa lokasi/klaster) yang dilakukan secara random (kurang lebih 5% dari seluruh responden).
  3. Cross check – re check : untuk mengecek hasil wawacara pada sejumlah (minimal) 5% dari seluruh responden secara random. Cross check diperlukan untuk mengecek kebenaran isian data. Bisa dilakukan dengan tidak mengulang wawancara secara keseluruhan namun hanya sebagian dari kuesioner yang penting saja.
  4. Pertemuan rutin (mingguan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: