Pelatihan Surveyor

A. Pelatihan

Pelatihan pewancara sangat diperlukan terutama untuk pewawancara bukan profesional. Meskipun untuk pewawancara profesional juga diperlukan adanya pelatihan, namun lebih bersifat sebagai penyamaan persepsi, sedangkan untuk yang non profesional perlu kiranya untuk diberikan :

  1. Pengetahuan dasar subtansi penelitian (Latar belakang, tujuan, sasaran dll)
  2. Metodologi dan strategi melakukan interview dan pendekatan personal yang baik dan benar
  3. Pemahaman atas kuesioner
  4. Pengetahuan mengenai sosio-kultur di lokasi riset
  5. Batasan tanggungjawab, perijinan…..

Evaluasi atas uji coba lapangan diperlukan untuk memperbaiki kinerja dari interviewer. Sebaiknya uji coba tidak dilakukan hanya satu kali tetapi beberapa kali untuk memastikan bahwa interviewer telah mampu untuk melaksanakannya sendiri. Apabila interviewer tetap tidak kualified pada saat uji coba maka ada baiknya untuk dilakukan penggantian.

Kepada supervisor juga diberikan latihan yang sama  dengan interviewer. Namun diberikan tambahan untuk kepemimpinan, editing dan kontrol kualitas data. Beberapa materi lain sama dengan interviewer. Selengkapnya sebagai berikut :

  1. Pengetahuan dasar substansi penelitian
  2. Methodologi (komunikasi dan pendekatan personal)
  3. Pemahaman atas kuesioner
  4. Kepemimpinan
  5. Editing dan kontrol kualitas data

Metode yang digunakan dalam pelatihan bisa dengan menggunakan :

  1. Ceramah tanaya jawab
  2. Diskusi, diskusi kelompok
  3. Visualisasi, role playing
  4. On the job training
  5. Praktek / uji coba lapangan
  6. f.    Evaluasi / feed back

Beberapa hal penting harus diperhatikan dalam proses pelatihan pewawancara ini diantaranya adalah :

1)    Kejelasan dan kesepakatan kontrak, masalah ini akan menjadi pemicu yang berharga selama proses  pelatihan maupun pada saat penelitian. Tenaga pewawancara akan merasa nyaman dengan situasi yang ada dan bisa memfokuskan kepada pekerjaannya.

2)    Team building, tujuan yang tidak secara langsung diperlihatkan dalam proses pelatihan adalah untuk membangun team yang solid. Jadi bagi peneliti penting untuk memanfaatkan event pelatihan tersebut sebagai wacana membangun kekuatan team.

3)    Struktur materi pelatihan, sebagaimana pelatihan-pelatihan pada umumnya sebaiknya materi diberikan secara sistematis dari permulaan sampai dengan akhir. Materi juga sebaiknya diberikan tahap demi tahap tetapi tetap dalam kerangka yang sistematis. Dengan proses ini diharapkan bisa mendorong untuk menjamin kesepahaman antara  peneliti dengan pewawancara

4)    Waktu dan ruang yang cukup memadai.  Sediakan waktu yang paling sesuai dengan ruangan yang representatif (relatif). Berikan waktu istirahat untuk setiap 2 jam (jika pelatihan lebih dari 2 jam)

5)    Memberikan kesempatam bertanya, diskusi, berlatih. Dengan proses ini bahkan mungkin akan memberikan masukan yang lebih banyak kepada peneliti dan bisa dijadikan bahan pertimbangan untukmengembangan rencana aktifitas di lapangan.

6)    Antisipasi kemungkinan hambatan dan masalah. Setiap kemungkinan masalah dan hambatan didiskusikan dan dicari alternatif antisipasinya melalui kesepakatan dengan tidak meninggalkan prosedur dan kaidah ilmiah yangtelah ditetapkan.

7)    Proses pelatihan bagian dari proses skrining. Bahwa proses pelatihan yang dilakukan bisa dimanfaatkan sebagai proses skrining terhadap peserta, disini akan bisa dilihat tingkat kekuatan dan kemampuan dari  peserta dan memberhentikan calon pewawancara yang tidak kualified disini akan leih baik daripada memunculkan masalah di dalam pelaksanaan di lapangan.

 

B. Materi Pelatihan

Materi-materi pelatihan yang disajikan kepada calon pewawancara dapat dikelompokan 5 yaitu meliputi substansi, pemahaman kuesioner, batasan tanggung jawab, strategi interview, orientasi masalah.

 

  1. Substansi penelitian

Substansi penelitian merupakan materi paling mendasar yang harus diberikan kepada pewawancara sehingga mereka bisa memahami intensi dari penelitian yang akan dilakukan. Termasuk dalam substansi yang akan disampaikan adalah :

–          Dasar pemikiran, maksud – tujuan penelitian, metode yang digunakan dll

–          Karakter populasi, karakter sample, kondisi geografis lokasi, sosio-kultur dll

–          Rencana kerja (organisasi, waktu, lokasi, tenaga, dll)

 

  1. Pemahaman kuesioner

Pemahaman kuesioner seringkali menjadi masalah yang paling sering terjadi ketika pengambilan data telah dilaksanakan. Antisipasi atas kesalahan  pemahaman kuesioner ini menjadi hal yang sangat krusial dalam pelatihan pewawancara dan menjadi salah satu topik paling dominan dalam pelatihan. Bahasan akan meliputi :

–          Penjelasan umum kuesioner, penjelasan per variabel dan per aitem (konsep dan tujuan kuesioner)

–          Cara mengisi, mencatat hal penting, teknik probing untuk klarifikasi hal yan belum jelas dll

–          Pedoman wawancara (pemahaman dan masukan)

–          Teknik cross check aitem dalam kuesioner untuk menjaga dari jawaban yang saling bertentangan.

 

  1. Batasan tanggung jawab.

Disini diberikan batas-batas tanggungjawab dari pewawancara, supervisor dan peneliti, hirarki dan proses komunikasi dan hal-hal lain terkait dengan masalah administratif. Ada baiknya untuk dicari kesepakatan atas beberapa permasalahan yang mungkin muncul dilapangan terkait dengan batas tanggung jawab.

 

  1. Strategi interview
    1. Peranan interviewer, peneliti memberikan penjelasan dan melatih :

1)    Pendekatan yang dilakukan

2)    Cara menyampaikan,

3)    Bagaimana merekam hal-hal penting,

4)    Bagaimana cara menggali informasi lebih lanjut (jika diperlukan atau ada sesuatu yang berbeda)

  • Pelatihan Surveyor
  • Pelatihan Tenaga Surveyor
    Kode etik, penjelasan mengenai batasan kode etik penelitian meliputi:

    1)    Aspek profesionalisme

    2)    Aspek kejujuran

    3)    Aspek kecermatan, objektifitas

    4)    Kepekaan terhadap informasi

    5)    Motivasi,

    6)    Sopan santun, penghargaan terhadap nilai dan budaya yang dianut

     

    Sikap interviewer : Tuntutan untuk senantiasa bersikap

    1)    Netral atas apapun jawaban responden

    2)    Senantiasa adil terhadap setiap individu yang diwawancarai (kasta, struktur sosial dll)

    3)    Bersikap tenang dalam setiap wawancara dan ketika menghadapi masalah di lapangan,

    4)    Ramah dan tidak tergesa-gesa ketika melakukan wawancara

    5)    Teliti, menanyakan hal secara runtut dan lengkap serta teliti dalam setiap aspek termasuk membuat catatan-catatan harian selama di lapangan

    6)    Tidak mengenakan atribut yang menonjol atau tidak sesuai dengan nilai / budaya setempat

     

    Persiapan perlengkapan,

    1)    Membawa buku catatan dan membuat catatan lapangan baik terkait dengan kuesioner, responden maupun lingkungan responden. Ini akan sangat berharga untuk klarifikasi apabila terjadi masalah di kemudian hari

    2)    Mempersiapkan alat tulis (pensil, penghapus dll) lebih dari satu untu menghindari permasalahan kecil misalnya alat tulis macet dan tidak tersedia di lokasi.

    3)    Kuesioner, dengan menggunakan prediksi jumlah responden yang bisa diwawancarai dalam sehari maka disiapkan 10 – 20 % kuesioner lebih banyak untuk mengantisipasi kerusakan, atau sisa waktu yang bisa digunakan untuk mewawancarai responden lain.

    4)    Stofmap (sebaiknya tahan air) antisipai atas cuaca, hardboard

    5)    Surat ijin penelitian dan keterangan sebagai surveyor. Sangat penting terutama untuk daerah yang rawan baik politis maupun keamanan.

    6)    Daftar responden dan mapping. Kedua hal ini  digunakan untuk cross check apakah telah menelusur dengan lengkap responden, dan menefisiensikan waktu pengambilan data di lapangan

    7)    Jam tangan. Pada jam-jam tertentu, di lingkungan tertentu, waktu adalah sesuatu yang memiliki makna tertentu.

    8)    Perlengkapan lain-lain misalnya payung, kendaraan dll untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan misalnya musim dll.

     

    Taktik : Disini peneliti memberikan teknik / strategi khusus selama wawancara. Misalnya :

    1)    Bagaimana  untuk mewawancarai hanya kepada responden, umum ditemui bahwa keluarga / tetangga / pamong akan “nimbrung” dalam setiap wawancara baik di pedesaan maupun di perkotaan

    2)    Menggunakan jawaban pertama sebagai representasi jawaban responden yang sebenarnya

    3)     Memberikan waktu berpikir kepada responden untuk menjawab

    4)    Mencatat hal-hal khusus yang terjadi selama wawancara, termasuk lingkungan  dimana wawancara dilakukan

    5)    Klarifikasi (dengan probing) untuk meyakinkan jawaban yang kurang jelas.

    6)    Tetap berbicara ketika menulis

    7)    Bagaimana melakukan cek ulang isi jawaban dengan cepat.

    8)    Bagaimana melakukan cek silang jawaban dengan cepat.  Dll.

     

    Orientasi Masalah

    Disini calon pewawancara dan supervisor diperkenalkan dengan kondisi yang mungkin akan ditemui dilapangan. Akan lebih baik ketika setiap pemecahan dari setiap masalah yang diajukan dilakukan dengan diskusi dan kesepakatan, serta akan leboh baik lagi jika dilakukan role play. Orientasi terhadap kondisi lapangan dapat dikelompokan menjadi 3 sumber yaitu responden, lingkungan dan interviewer / kuesioner.

     

    Responden

    1)    Jawaban “tidak tahu”, tidak tahu karena “tidak mau menjawab”, tidak tahu karena “memang tidak tahu”, tidak tahu karena yang lain.

    2)    Responden tidak paham, kurang pendengaran, marah, suka mengobrol, bosan

    3)    Kehadiran orang ketiga, contoh : pamong desa yang kita minta untuk mengantar ke alamat responden sering nimbrung.

    4)    Menuntut biaya atas wawancara

    5)    Menolak wawancara dengan berbagai alasan

    6)    Hambatan bahasa dan budaya

    7)    Reponden sakit atau pergi tidak diketahui kemana dll

     

    Lingkungan

    1)    Kondisi geografis

    2)    Alamat sulit ditemukan

    3)    Registrasi penduduk buruk

    4)    Musim hujan, banjir

    5)    Musim kampanye

    6)    Kerawanan sosial – kerusuhan dll

     

    1. Interviewer dan kuesioner

    1)    Bosan

    2)    Penipuan

    3)    Kurang puas dengan gaji, asuransi

    4)    Ada kesibukan lain (keluarga dll)

    5)    Catatan lapangan tidak jelas

    6)    Kalimat kues tidak jelas

    7)    Jumping question

    8)    Jawaban kosong

    1 Komentar

    1. syugianto said,

      YTH, bapak suryanda kapan jadwal pelatihannya? saya ingin mempelajari dan menjadi seorang peneliti.
      sekalian informasikan biaya, lokasi dan jadwal ya pak!
      terima kasih

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: