Rekruitmen Pewawancara

Tenaga pewawancara, mengapa diperlukan ?….

Tenaga pewawancara dibutuhkan dalam penelitian survey untuk membantu dalam proses pengambilan data terutama untuk meringankan tugas peneliti dalam proses pengambilan data. Dengan bantuan tenaga pewawancara dan manajemen survey yang baik seorang peneliti bisa mengefisiensikan penggunaan waktu survey khususnya kegiatan lapangannya. Dengan kehadiran tenaga pewawancara juga memungkinkan untuk lebih memperluas jangkauan survey terutama ketika waktu yang diberikan untuk survey terbatas dan lokasi penelitian cukup luas.  Hal lain yang terpenting dalam penggunaan tenaga interviewer ini adalah untuk meningkatkan objektifitas dari penelitiannya sendiri. Namun demikian yang perlu diingat dengan penggunaan tenaga pewawancara ini terutama adalah ketersediaan dana, waktu dan skala dari penelitian yang akan dilakukan. Penelitian dengan skup desa tentunya akan memiliki pertimbangan penggunaan pewawancara yang berbeda dengan penelitian yang dilaksanakan di tingkat propinsi misalnya. Pada uraian berikut akan disajikan beberapa hal terkait dengan penggunaan tenaga pewawancara.

 

A. Rekrutmen

Dalam rekrutmen pewawancara ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan untuk memilihnya. Pertama dengan kontak teman yang telah dikenal memiliki kemampuan untuk melaksanakan wawancara, menyewa tenaga profesional yang memiliki kemampuan tinggi dalam riset atau menyewa tenaga lokal yang memiliki beberapa spesifikasi persyaratan riset. Pilihan pertama memiliki beberapa keuntungan diantaranya lebih murah, juga bertindak sebagai co-peneliti, Komunikasi dengan peneliti lebih mudah. Kerugiannya adalah jika muncul beberapa permasalahan akan sulit untuk menyelesaikan (“tidak enak” dan lain sebagainya).

Pilihan kedua secara teknis sangat menguntungkan karena hasil yang diperoleh bisa dipertanggung jawabkan. Namun demikian biaya yang harus ditanggung oleh peneliti menjadi sangat besar sesuai dengan kemampuan profesional mereka.

Pilihan menggunakan interviewer lokal merupakan pilihan yang relatif cukup baik, namun juga perlu diingat bahwa kemampuan interviewer belum diketahui dengan pasti sehingga masih diperlukan pelatihan-pelatihan bagi mereka. Alasan utama rekrutmen interviewer dan supervisor lapangan lokal adalah :

  1. Lebih murah untuk menggunakan tenaga lokal, mengatasi tingginya belanja harian dan biaya transport dan keuntungan dekat dari rumah
  2. Komunikasi jauh lebih mudah antara interviewer, supervisor dan responden karena kedekatan bahasa dan budaya

Pertimbangan-pertimbangan lain yang bisa digunakan untuk rekrutmen tenaga pewawancara adalah pengalaman dari calon. Kesulitan yang umum ditemui ketika ingin memperoleh tenaga yang memiliki pengalaman penelitian lebih (dengan tarif ringan) adalah sangat terbatas baik jumlah maupun informasi yang bisa diperoleh. Terkadang pengunaan tenaga supervisor untuk membimbing pewawancara  junior bisa digunakan untuk solusi permasalahan ini meskipun harus dipertimbangkan dengan masak.

Yang tidak kalah penting dalam melakukan rekrutmen adalah pertimbangan karakter dari calon pewawancara. Umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan adalah beberapa contoh yang bisa dipertimbangkan disini. Namun demikian ini akan sangat tergantung dengan jenis, sifat, subjek penelitian, tujuan dari penelitian yang akan dilakukan. Misalnya beberapa peneilitian survey mengenai perilaku sex remaja wanita di kota X, seorang peneliti mungkin akan lebih mempertimbangkan untuk menggunakan tenaga pewawancara dengan karakter yang relatif sama dengan subjek penelitiannya.

Hal lain yang perlu pula mendapat perhatian dalam mempekerjakan interviewer adalah full time atau part timer. Banyak interviewer yang tidak bekerja secara full timer terhadap riset pada saat ini. kesempatan yang akan diperoleh dari pemilihan interviewer lokal memiliki kemungkinan pula untuk mempekerjakan interviewer yang tidak bisa bekerja secara penuh.

Sebenarnya dengan memperkerjakan semua pekerja secara full time akan membawa mereka untuk mengambil tanggung jawab lebih besar atas pekerjaannya, juga akan menjadikannya sebagai bagian dari studi, dan akan lebih mungkin untuk meningkatkan skill jika bekerja dengan waktu penuh

Beberapa pertimbangan yang meskipun tidak krusial tetapi kadang memberikan pengaruh dalam pelaksanaan survey adalah kondisi medan / lokasi penelitian. Kondisi medan yang berat dengan sarana komunikasi dan transportasi yang terbatas tentunya membutuhkan beberapa persyaratan khusus untuk mengatasinya. Ada baiknya bahwa situasi yang akan dihadapi tersebut menjadi salah satu agenda dalam mengambil tenaga pewawancara.

 

B. Tahapan dalam Rekrutmen

Langkah pertama dalam rekrutmen pewawancara riset survei adalah menetapkan kriteria syarat dasar bagi para calon.. Misalnya : pengalaman riset,  jenis kelamin, tingkat pendidikan, umur, status marital, kesehatan dan lain-lain. Apabila pewawancara berasal dari lokal dimana riset akan dilaksanakan maka pemilihan bisa dilakukan dengan :

  1. Terbuka : kontak kepada kepala daerah setempat (dusun, desa, RT atau yang lain sesuai tingkat lokasi) untuk mengumumkan (atau mencarikan) kesempatan mengikuti rekrutmen. Setelah ditemukan sejumlah calon untuk selanjutnya dilakukan seleksi pewawancara dengan
    1. Kelengkapan persyaratan administratif (dokumen bila diperlukan)
    2. Tes tertulis seperti pengetahuan umum, tentang kesehatan, tentang topik penelitian , demografi dan lain sebagainya
    3. Tes wawancara  mengukur kepribadian, wawasan dan tingkat motivasinya
    4. Tes praktek, uji coba pamahaman kuesioner, komunikasi dalam interview, pendekatan personal, kemampuan bahasa, penguasaan budaya  setempat
    5. Tertutup : Dengan mekanisme snow ball dari satu orang yang telah ditemukan, yaitu mencari satu orang kunci yang memenuhi kriteria / syarat kemudian kepada orang tersebut diminta untuk mencari dua orang yang dikenalnya dengan kriteria yang sama dan kepada kedua orang yang ditemukan juga diminta untuk mencari dua orang lagi dengan kriteria yang sama, demikian seterusnya samapi ditemukan jumlah yang sesuai. Meskipun telah ditemukan namun tetap diperlukan adanya tes sebagaimana pada poin a diatas.

Apabila diperlukan maka peneliti bisa mencari supervisor lapangan. Supervisor lapangan ini terutama diperlukan ketika jumlah sampelnya cukup besar, lokasinya luas dan dalam jangka panjang. Karena dengan kesulitan-kesulitan tersebut tidak memungkinkan bagi peneliti untuk melakukan supervisi sendiri di setiap lokasi dan kepada setiap interviewer.

Prosedur seleksi supervisor dilakukan rekrut dengan dua cara seperti diatas atau dengan melanjtukan proses diatas dimana, peserta / calon yang memperoleh nilai tertinggi memiliki kans untuk menjadi supervisor. Misalnya dipilih 5 calon rangking tertinggi, kelima calon tersebut untuk selanjutnya diseleksi dengan melihat kepada :

  1. Kemampuan komunikasi
  2. Kemampuan kepemimpinan
  3. Kemampuan kerja dalam kelompok
  4. Inisiatif, inovatif dan kreattif
  5. Kemampuan memimpin interview menggunakan kuesioner standar

Proses pemilihan supervisor tidak berbeda jauh dengan pemilihan pewawancara, mungkin bisa ditambahkan dengan beberapa materi yang sifatnya lebih mendalam misalnya : pemahaman metodologi penelitian, kepemimpinan, dan kemampuan editing dan kontrol kualitas data.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: